Rabu, 07 November 2012

Tugas Tulisan Etika Bisnis:Kecurangan Berbisnis


Kecurangan Penjual Makanan


Borax, pewarna textile  namanya kian santer kita dengar tahun-tahun ini dengan banyaknya terkuak kasus kecurangan penjual yang mencampur dagangannya dengan bahan berbahaya ini. Sidak oleh petugas dan edukasi mengenai sudah banyak dilakukan, tetapi segala upaya tersebut tidak menbuat para pedangan berhenti memasukkam bahan berbahaya tersebut. Dengan dalih mengurangi biaya produksi, para penjual seakan-akan mahfum dengan tindakan illegal mereka.
1.      Borax
Borax atau Boraks merupakan suatu senyawa yang berbentuk kristal, warna putih, tidak berbau, larut dalam air dan stabil pada suhu dan tekanan normal
Penggunaan borax sebagai bahan tambahan pangan dilarang, sesuai dengan PerMenkes 
No.722/Menkes/Per/IX/ tahun 1988 tentang Bahan Tambahan Makanan

Bahaya Utama Terhadap Kesehatan
Boraks beracun terhadap semua sel, bila tertelan boraks dapat mengakibatkan efek pada susunan syaraf pusat, ginjal dan hati. Konsentrasi tertinggi dicapai selama ekskresi. Ginjal merupakan organ paling mengalami kerusakan dibandingkan dengan orang lain. Dosis fatal untuk dewasa 15-20 g dan untuk anak-anak 3-6 g.

2.      Formalin
Formalin adalah nama dagang dari campuran formaldehid, metanol dan air. Formalin yang beredar di pasaran mempunyai kadar formaldehid yang bervariasi, antara 20% – 40%. Formalin memiliki kemampuan yang sangat baik ketika mengawetkan makanan, namun walau daya awetnya sangat luar biasa, formalin dilarang digunakan pada makanan. Di Indonesia, beberapa undang-undang yang melarang penggunaan formalin sebagai pengawet makanan adalah Peraturan Menteri Kesehatan No 722/1988, Peraturan Menteri Kesehatan No. 1168/Menkes/PER/X/1999, UU No 7/1996 tentang Pangan dan UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. Hal ini disebabkan oleh bahaya residu yang ditinggalkannya bersifat karsinogenik bagi tubuh manusia.

3.      Pewarna textil
Rhodamin B merupakan zat warna yang berbahaya yang sering disalahgunakan mewarnai berbagai makanan dan minuman. Rhodamin B demikian juga Methanil Yellow dan Amaranth telah dilarang penggunaannya dalam makanan. 
Jika terhirup dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan. Dapat pula menimbu-kan iritasi pada kulit, iritasi pada mata (kemerahan, oedema pada kelopak), iritasi pada saluran pencernaan (keracunan, air seni ber-warna merah, kerusakan ginjal), dll.
Akumulasi dalam waktu lama berakibat gangguan fungsi hati hingga kanker hati, merusak kulit wajah, pengelupasan kulit, hipopigmentasi, hiperpigmentasi, dll.

Cara Menghindari Makanan Berbahaya
Jadilah konsumen yang bijak dalam memilih makanan yang akan dicerna tubuh. Karena banyak pakar berpendapat bahwa sumber penyakit adalah yang berasal dari pencernaan.
1.   Hindari membeli-mengkomsunsi makanan yang berwarna cerah
2.   Sentuh makanan, karena untuk penggunaan borax biasanya makanan akan menjadi lebih kenyak yang tidak lazim
3.   Menggunakan indra penciuman terutama untuk bahan makann seperti ikan dll. Jika tercium bau yang aneh seperti bahan kimia maka kemungkinan bahan makanan itu sudah tercemar formalin.
4.   Selalu mencuci makanan yang kita beli.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar